Travel digital millenial era adalah kegiatan wisata yang dilakukan oleh wisatawan di era millenial atau menggunakan teknologi masa kini.
Dimana di masa kini atau yang biasa di sebut “millenial era” teknologi-teknologi semakin cepat dan semakin luas. Sebut saja beberapa sosial media mampu memberikan informasi-informasi tentang destinasi wisata pilihan untuk para wisatawan mancanegara maupun lokal. Contoh, Indonesia adalah tujuan pariwisata mancanegara baik asia maupun eropa. Beberapa wilayah Indonesia memiliki keindahan dan keragaman budaya yang menarik minat mancanegara untuk berlibur ke indonesia. Salah satu wilayah di Indonesia yang paling diminati wisatawan domestik maupun mancanegara adalah pulau Bali. Pulau yang terletak di sebelah selatan wilayah Indonesia memiliki keragaman tradisi dan budaya. Bali adalah pulau dengan seribu pura,dimana para wisatawan berbondong-bondong untuk datang ke pulau Bali untuk hanya sekedar berlibur atau menikmati keindahan suasana pulau Bali ini.


Salah satu destinasi wisata yang berada di sebelah selatan pulau Bali adalah Pantai Nusa Dua. Dimana pantai ini terletak di kawasan ITDC Desa Adat Bualu Kecamatan Kuta Selatan Badung,Bali. Berbicara tentang Travel Digital Millenial Era,dimana para wisatawan dapat dengan mudah mengakses tempat destinasi pariwisata yang ingin dituju. Contoh saja aplikasi Traveloka.com,aplikasi ini mampu memberikan harga-harga special untuk wisatawan yang ingin berkunjung berlibur ke suatu daerah. Aplikasi ini memberikan semua kebutuhan yang diinginkan para wisatawan,meliputi Tiket Pesawat,Penginapan,Tiket Kereta Api Dll. Dengan adanya Aplikasi tersebut,sekiranya memudahkan para wisatawan untuk berlibur ke suatu tempat.Beberapa juga ada sisi buruk dari Travel Digital Millenial Era, contoh saja berita HOAX. Berita ini seakan-akan membuat penghambatan pariwisata di suatu tempat yang membuat para wisatawan enggan untuk berkunjung ke negara tersebut. Maka dari itu Pemerintah memberikan peluang untuk kaum millenial untuk memajukan daerah pariwisata,karna bagi Pemerintah ini adalah tantangan besar untuk kaum millenial agar bisa bersaing di era globalisasi masa kini. Pemerintah sudah memiliki lahan pariwisata,tinggal bagi para kaum millenial untuk melestarikan,menjaga,dan memajukan pariwisata tersebut.
Dalam era ini juga membantu perekonomian kecil menengah untuk mengais rezeki. Masyarakat kecil juga dapat memajukan pariwisata di daerah masing-masing dengan menjual pernak-pernik khas dari daerah tersebut. Begitu juga untuk Travell Agent yang sudah terjun di era digital,membuat para Agent memudahkan berkomunikasi atau menawarkan jasa Travell untuk para wisatawan. Travell Agent bagi kaum millenial sangat dibutuhkan,karena kaum millenial memiliki keinginan lebih besar untuk memajukan pariwisata di daerah mereka masing-masing. Selain berkeinginan untuk memajukan pariwisata, kaum millenial juga memiliki wawasan lebih luas,apalagi sekarang sosial media seperti instagram dan facebook banyak akun sosial media yang menawarkan destinasi wisata. Dimana suatu tempat wisata yang belum di ketahui banyak orang kini bisa di share lewat sosial media untuk di perkenalkan secara luas dan membangun lapangan pekerjaan dan perekonomian secara merata. Bagi pelaku usaha yang bekerja di perhotelan juga berdampak pada era millenial, seperti yang kita ketahui Hotel adalah tujuan ke dua setelah destinasi pariwisata. Dimana pihak Hotel bekerja sama dengan beberapa Agent untuk bisa bersaing memikat hati para wisatawan untuk menginap di Hotel tersebut. Pihak hotel akan mengajukan harga untuk beberapa kamar hotel ke pihak Travell Agent untuk di publikasikan ke situs-situs resmi Travell Agent. Setelah itu wisatawan dapat lebih cepat mengakses Hotel-hotel yang pas bagi para wisatawan,begitu juga untuk pihak Travell Agent juga memberikan penawaran semenarik mungkin untuk menarik hati para wisatawan untuk menginap di hotel tersebut. Tidak lupa juga jasa Guide yang juga lebih berdampak di daerah pariwisata. Karena Guide bekerja di bidang memperkenalkan suatu daerah wisata, disinilah tugas dari Guide tersebut memberi keterangan yang lebih jelas dari suatu tempat pariwisata agar para wisatawan lebih mengenal tempat tersebut. Selain dari menguasai bahasa,para Guide juga harus mengetahui asal-usul suatu tempat wisata,tidak hanya dari buku-buku para Guide juga dapat mengakses tempat wisata di internet. Agar para Guide lebih mengenal luas tentang tempat tersebut untuk di perkenalkan ke para wisatawan. Kesimpulan dari atikel ini adalah,betapa penting nya teknologi-teknologi yang canggih untuk mempermudah pelaku pariwisata untuk mengakses internet tentang Pariwisata. Sekian dari artikel yang saya buat,semoga bermanfaat bagi semua. Terima Kasih


