Bali Sebagai Destinasi Wisata di Era Global

Kebudayaan adalah esensi kehidupan bangsa. Mengenal kebudayaan bangsa berarti mengenal aspirasinya dalam segala aspek kehidupannya sedangkan pariwisata adalah keseluruhan gerakan manusia yang melakukan perjalanan atau pesinggahan sementara dari tempat tinggalnya ke suatu atau beberapa tempat tujuan di luar lingkungan tempat tinggalnya yang didorong oleh beberapa keperluan atau motif tanpa bermaksud mencari nafkah tetap. Oleh karena itu masalah kebudayaan dan pariwisata menjadi sangat menarik.

Terutama dalam era globalisasi yang telah memasuki seluruh penjuru dunia dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan komunikasi. Bukan negara-negara yang berkembang dengan budaya etnisnya yang menonjol, tetapi juga negara-negara maju pun menghadapi tantangan-tantangan baru, meskipun integrasi nasional mereka sudah mantap. Mereka mencari jalan keluar untuk mengatasi ekses-ekses negatifnya. Gobalisasi merupakan gejala yang tidak dapat dihindarkan, tetapi sekaligus juga membuka kesempatan yang luas. Gejala ini mulai menonjol sejak awal abad ke-20 dan mengakibatkan banyak hilangnya keaslian watak dan kemandirian budaya bangsa-bangsa. Globalisasi disebabkan oleh kemajuan-kemajuan Iptek, terutama di bidang teknologi komunikasi yang membawa dunia saling berdekatan dan mudah berkomunikasi melalui berbagai media. Yang paling berpengaruh adalah perkembangan dari dunia pertelevisian. Bali sebagai bagian dari Indonesia, pulau yang kecil tapi amat terkenal di dunia, berkat kebudayaanya melalui komunikasi pariwisata, tak dapat menjauhkan diri dari arus globalisasi ini. Bahkan kelihatannya Bali makin intensif berhubungan dengan perkembangan dunia kepariwisataan yang diakibatkan oleh kemajuan teknologi komunikasi itu sendiri. Masalahnya sekarang apa yang harus dilaksanakan untuk menghadapi tantangan di bidang kebudayaan dan pariwisata Bali sehubungan dengan terjadinya globalisasi tersebut?. Persoalan menyangkut kepariwisataan sampai kapanpun selalu menarik dibicarakan. Menarik, mengingat, disadari atau tidak, pariwisata akan hadir selamanya, selama manusia hadir dimuka bumi ini. Tak seorangpun penghuni planet bumi yang berjuluk manusia ini luput dari kegiatan yang namanya wisata, rilek atau santai. Kita sisadari atau tidak dalam hidup ini pasti pernah menjadi turis atau paling tidak menjadi pelancong. Dengan demikian berarti kegiatan wisata bukan semata monopoli orang kaya apalagi orang kulit putih atau kulit kuning. Sementara masyarakat masih menganggap bahwa pariwisata adalah semata-mata bisnis atau urusan mereka yang berkecimpung pada bidang pariwisata seperti hotel, biri perjalanan, restaurant atau atraksi wisata. Mereka lupa dengan hadirnya pariwisata pembangunan menjadi semakin pesat mengingat pariwisata mendatangkan pemasukan cukup besar kepada daerah maupun negara. Mereka lupa bahwa pariwisata memungkinkan adanya pembukaan lapangan pejkerjaan baru dalam jumlah yang cukup besar.  

B. Kebudayaan dan Pariwisata Bali

Bali mengembangkan Pariwisata Budaya, karena kebudayaan merupakan paling potensial bagi kehidupan masyarakatnya, berakar sangat mendalam dalam sejarahnya dan mempunyai peradaban tua dan ini dapat dikembalikan sejarahnya pada permulaan tahun masehi dan tersebar secara meluas, Modal dasar adalah kebudayaan berfungsi secara normatif dan operasional. Sebagai normatif peranan kebudayaan diharapkan mampu dan potensial dalam memberikan identitas, pegangan dasar, pola pengendalian, sehingga keseimbangan dan ketahana budaya juga diharapkan mampu menjadi daya tarik utama bagi peningkatan pariwisata. Ini memberi petunjuk betapa pentingnya peranan kebudayaan bagi pengembangan pariwisata. Jadi bukan berarti kebudayaan untuk pariwisata tetapi sebaliknya pariwisata untuk kebudayaan. Dan kebudayaan disini bukan hanya berfungsi untjk dinikmati, tetapi juga sebagai media untuk membawa saluing pengertian dan hormat menghormati.Daya tarik Bali adalah dengan kebudayaannya yang unik dan merakyat. Kehidupan kebudayaannya adalah menyatunya agama, kebudayaan, adat yang harmonis, cipta, rasa dan karsa sebagai unsur budi daya manusia menonjol mengambil bentuk keagamaan, estetika dan etika (seni budaya, solidaritas, gotong royong rasa kebersamaan). Pelaksanaan upacara-upacara keagamaan mewariskan potensi ketrampilan dalam seni budaya dan disiplin rohani tekun bekerja dan taat pada norma-norma kehidupan masyarakat.Bali telah mulai menginjak dunia kepariwisataan mulai tahun 1927 sampai sekarang dan telah menjadi pusat pariwisata yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 61% lebih tertarik pada kebudayaan dan 32,8% pada keindahan pemandangan alam flora dan fauna dan sisanya 5,37% pada hal-hal lain.Dalam peningkatan pariwisata, beberapa elemen kebudayaan dan peristiwa kebudayaan telah berperan antara lain :

  1. Sebagai sarana dan media promosi kepariwisataan baik yang langsung di dalam maupun di luar negeri.
  2. Sebagai atraksi yang mencakup pertunjukan kesenian, pameran kesenian, Khusu dengan hal ini pelaksanaan Pesta Kesenian Bali telah berlangsung 10 (sepuluh) tahun dan memberi arti dan nilai yang sangat mendalam.
  3. Sebagai obyek wisata dengan aneka ragam corak khas sebagai kepurbakalaan, obyek kesejahteraan pura, puri desa-desa kuno, museum (etnografi, subak, yadnya, lukisan dan lain-lainnya).

Dalam wujud yang lebih abstrak, suatu sistem nilai dari kebudayaan dapat dipakai sebagai pola penataan ruang taman atau model suatu bentuk management.

Melalui aspek kebudayaan fisik, aspek kebudayaan prilaku dan kebudayaan ideal, simbol dan makna kebudayaan dapat terkomunikasikan kepada pariwisata dan dapat memberi citra yang mendalam sebagai daya tarik saling menumbuhkan pengertian akan kehidupan kebudayaan suatu bangsa. Juga melalui industri kerajinan sebagai tanda mata, berbagai motif/desain kerajinan dan kreativitas di bidang kerajinan pada masyarakat Bali pada dasarnya bersumber dan mendapat inspirasi dari kebudayaan. Akhir-akhir ini perkembangan kreativitas dari masyarakat yang meningkat dalam berbagai bentuk kerajinan maka nama Bali sebagai daerah pariwisata lebih meningkat lagi.Kelihatan potensi budaya Bali dalam menghadapi perkembangan kebutuhan akan berbagai kerajinan seni makin meningkat dan sumber budayanya sebagai tak pernah kering. Landasan budaya dalam kehidupan masyarakat yang sosial religius di Bali tetap mantap sehingga kontak-kontak kebudayaan dan pariwisata pada saling menunjang dalam peningkatannya dan dalam pembinaannya. Demikian juga telah mampu meningkatkan kreativitas serta memperkaya diri sebagai hasil dari adopsi, adaptasi yang selektif dan kreatif. Keadaan ini terutama ditunjang oleh pengembangan pariwisata didukung oleh kebijaksanaan pemerintah dan juga oleh masyarakat serta disamping berhasil meningkatkan kreativitas pendapatan masyarakat, juga meningkatkan kreativitasnya dan dorongan bermunculan industri – industri rakyat. Dinamika budaya mampu mengembangkan dirinya sehingga modernitas dan tradisi menyatu dalam tiap tahap memberi stabilitas yang mantap dan juga meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri serta membuatnya gairah.Dengan demikian kebudayaan akan terus berkembang sbagai akibat kemajuan-kemajuan masyarakat itu sendiri, menuju masyarakat yang modern, tanpa kehilangan dirinya (berkelanjutan dalam perobahan). Pengembangan kebudayaan memang dibutuhkan oleh masyarakat sedangakan pariwisata memberi dukungan terhadap pengembangan kebudayaan dan mendorong munculnya kreativitas pada masyarakat Bali. Munculnya kreativitas telah mendorong pengembangan kebudayaan. Pengembangan kebudayaan melalui penggalian-penggalian kebudayaan itu sendiri menimbulkan pemahaman dan kesadaran akan kebudayaan menumbuhkan keyakinan akan kemampuan diri sendiri dan sadar berbudaya.Pola kehidupan yang menyatu (integrated) yaitu keagamaan, seni budaya adat maka harus ke arah komersialisasi akan kecil dan selalu akan dapat diatasi sendiri. Dan dalam perkembangan seni tampak jelas adanya dua arah dan dua pola secara bersama-sama yaitu pola kesinian untuk pariwisata dan pola kesenian untuk kehidupan masyarakat dan ini lebih besar perkembangannya. Dalam kehidupan masyarakat Baliseni tidak dapat dipisah-pisahkan dan merupakan bagian dari hidupnya dan perlu terus mendapat pembinaan. Pembinaan diarahkan di mana masyarakat swadiri agar mampu mendukung kehidupan senimannya secara material. Bila ini sudah dapat dicapai maka kedudukan sosial budaya masyarakat akan makin kuat dalam menghadapi globalisasi.Dinamika kehidupan kebudayaan yang bersifat progressif, kemudian diantisipasi secara positif oleh kebijaksanaan pemerintah daerah yang menyelenggarakan Pesta Kesenian Bali secara kontinue setiap tahun sejak tahun 1979. Dalam Pesta Kesenian yang tiap tahun berlangsung selama satu bulan itu berbagai produk kebudayaan dipamerkan berbagai aktifitas kebudayaan diragakan dan berbagai kreativitas dilombakan. Pelaksanaan Pesta Kesenian Bali yang berlangsung di tengah-tengah arus meningkatnya tahun telah memberikan makna pada kehidupan kebudayaan sendiri baik keluar maupun ke dalam. Tujuan utamanya ialah menggali semua potensi traidis seni budaya untuk dikembangkan agar dapat memenuhi stabilitas pada tiap-tiap perkembangaanya.
Dalam beberapa hal telah mencapai tujuannya. Pertama semua masyarakat telah mengenal kekayaan seni budayanya sendiri yang tiap-tiap tahun dipamerkan melalui prosesi, pergelaran dan pameran-pameran. Pariwisata dapat menyaksikan pertunjukan-pertunjukan seni yang bermutu pada waktu pesta seni berlangsung. Yang jarang mereka akan dapat melihatnya dalam kesempatan biasa dan demikian juga merupakan media komunikasi melalui seni yang sangat berharga. Dan masyarakat sendiri mendapat kesempatan menyaksikan seninya sebagaimana yang dikehendaki, isinya, ceritanya dan sebagainya, bahkan dalam bentuk yang cukup memberi rasa kebanggaan pada mereka. Masyarakat dapat melihat keberadaan seninya sendiri dalam dunia yang makin terbuka dan makin lebar.Dalam hubungannya dengan Pariwisata dapat dikatakan bahwa antara pariwisata dan kebudayaan telah berkembang satu pola interaksi yang bersifat dinamik dan dinamika itu ternyata tidak hanya bergerak secara horisontal tetapi juga vertikal, dalam arti kebudayaan mampu meningkatkan Pariwisata dan Pariwisata mampu meningkatkan Kebudayaan serta dalam dinamika vertikal dalam kebudayaan secara jelas kentara potensi kebudayaan Bali dalam wujud yang luwes, adaptatif dan kreatif tanpa kehilangan identitasnya sendiri.

Pusat Pariwisata

Sebagai pusat pariwisata yang membuat kebudayaan Bali harus selalu mengalami pertemuan-pertemuan dengan berbagai kebudayaan, maka pembinaan kebudayaan lokal harus dilakukan secara terus menerus. Yang lebih penting, jangan sampai ada gejala masyarakat Bali diasingkan dari lingkungan kebudayaannya sendiri. Karena hal ini akan dapat membawa akibat buruk , seperti misalnya terjadi erosi kebudayaan yang dipaksa oleh kemiskinan penduduknya. Tiap-tiap program pembangunan hendaknya selalu berkaitan dengan potensi dasar yang dimiliki oleh masyarakat Bali, yakni kebudayaan yang bernapaskan agama Hindu. Dan mengembangkan dinamika masyarakat daerah ini sangat efektif kalau dilakukan lewat lembaga-lembaga tradisional, sehingga mereka mampu dengan cepat menyesuaikan nilai-nilai baru yang hendak dikambangkan dalam menyongsong era globalisasi

Jika Kamu memiliki peluang usaha,usaha apa yang akan kamu buat?

Setiap usaha memiliki peluang dan alasan kuat untuk dipilih sebagai usaha utama kita yang membuat kita sukses dalam usaha tersebut. Langkah penting yang diambil selalu membutuhkan pertimbangan yang matang dengan mempertimbangkan keunggulan dan kesulitan (masalah-masalah) yang akan muncul pada bisnis tersebut. Pertimbangan dan alasan ini yang menjadi dasar seseorang yakin untuk memilih dan menentukan langkah yang penting. Pertimbangan dan alasan dibutuhkan agar risiko yang kita putuskan cukup kecil namun keuntungannya sangat besar. Berikut alasan saya memilih bisnis tour dan travel. Jawaban dapat kita ketahui dalam beberapa poin berikut ini.

1. Tingkat Kebutuhan Hiburan Masyarakat Semakin Tinggi

Kebutuhan manusia akan wisata semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kebutuhan manusia akan wisata yang dahulu tergolong kebutuhan tersier, sekarang ini telah berubah menjadi kebutuhan sekunder bahkan primer. Semua lapisan masyarakat, baik lapisan atas, menengah dan lapisan bawah, semua butuh wisata atau liburan karena rutinitas yang melelahkan sehingga tidak heran jika berpergian menjadi sebuah kebutuhan bahkan trend masyarakat saat ini.

2. Tergolong Bisnis yang Tidak Ada Matinya

Bisnis tour dan travel akan selalu ada dan tidak akan ada matinya. Mengapa? Karena dunia wisata atau liburan sudah menjadi kebutuhan wajib masyarakat. Kenyataan tersebut membuat banyak orang membutuhkan liburan yang frekuensinya sering dilakukan. Fakta ini diperkuat dengan adanya kenyataan bahwa selalu ada orang yang berpergian keluar negeri atau perjalanan domestik, maka bisnis ini akan selalu ada.

3. Pertumbuhan Ekonomi yang Membaik

Kalangan pelaku usaha menilai bahwa prospek sektor industri pariwisata di Indonesia sangat menjanjikan. Salah satu indikatornya adalah kestabilan perekonomian Indonesia yang terus tumbuh setiap tahun. Pertumbuhan ekonomi yang menggembirakan ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, jumlah masyarakat kelas menengah berubah menjadi golongan kelas atas. Sebagaimana kita ketahui, golongan masyarakat ini adalah konsumen dominan bagi bisnis tour dan travel.

4. Gencarnya Pemerintah Mempromosikan Pariwisata

Potensi wisata Indonesia sangat banyak yang meliputi Sabang hingga Merauke. Setiap daerah di Indonesia mempunyai tempat wisatanya masing-masing, mulai dari wisata laut, pantai, peninggalan kebudayaan, tradisi kebudayaan, sampai pada even-even budaya tertentu. Di sisi lain, kekayaan, keanekaragaman tradisi dan budaya membuat daya tarik tersendiri bagi para wisatawan domestik maupun asing. Atas kenyataan itu, saat ini hampir semua daerah di Indonesia gencar melakukan promosi pariwisatanya untuk menarik lebih banyak wisatawan.

5. Tidak Perlu Stok Barang

Di dalam bisnis atau usaha tour & travel ini anda tidak perlu memikirkan modal yang lain atau kerugian yang akan datang, karena yang Anda jual hanya jasa sehingga Anda tidak perlu menyetok barang dagangan yang masa berlakunya singkat sehingga ada kemungkinan kadaluarsa atau tidak model lagi. Jikalau Anda rugi, kemungkinan besar rugi itu berupa waktu dan tenaga. Untuk kerugian uang ada kemungkinan jika pemasaran tidak efektif untuk menarik pelanggan wisata sehingga biaya perjalanan mungkin menjadi lebih mahal dari perkiraan.

6. Pasar yang Luas

Pertumbuhan industri pariwisata sangat diminati dari tahun ke tahun terutama Indonesia yang memiliki potensi keindahan alam yang tidak ada matinya. Pertumbuhan jumlah penduduk yang terus bertambah membuat sasaran industri pariwisata menjadi lebih luas dan terus bertambah setiap tahunnya. Selain itu, pasar industri ini semakin diminati sehingga jika populasi bertambah maka pertambahan wisatawan juga akan bertambah.

7. Minim Modal dan Minim Risiko

Dibandingkan Anda membuka bisnis lain, bisnis travel ini dianggap sebagai salah satu bisnis yang murah dan meriah. Hanya bermodalkan dana minimum sebesar 1 hingga 3 juta saja, Anda bisa memulai bisnis travel ini. Tidak perlu takut mencari tempat usaha, Anda bisa menjalankannya tanpa perlu menyewa lokasi jika usaha yang dibuat masih baru. Bahkan, Anda tetap bisa mengelola bisnis ini meski Anda sudah menjadi karyawan sebuah perusahaan. Sedangkan untuk risiko, hanya seputar komplen pelanggan jika mereka merasa tidak puas atau jika perjalanan mereka tidak sesuai dengan yang diharapkan.

8. Pertambahan Hal-Hal Pendukung Wisata

Saat ini kegiatan wisata semakin dilengkapi dengan hal-hal yang mendukung kegiatan wisata. Sebagai contoh, saat ini jumlah hotel atau penginapan semakin bertambah dan harganya bervariasi yang disesuai dengan kemampuan wisatawan. Jumlah restaurant atau tempat makan dengan berbagai variasi menu juga terus bertambah. Selain itu, pertambahan jumlah alat transportasi semakin mendukung kegiatan wisata sehingga wisatawan semakin mudah untuk bepergian mengunjungi tempat-tempat wisata.

9. Mobilitas Manusia Semakin Tinggi

Perpindahan manusia atau kebutuhan untuk bepergian ke berbagai tempat baik di dalam maupun di luar negeri sangat pesat dan berlangsung setiap hari. Penggunaan pesawat, kereta, dan kapal selalu dipadati oleh manusia. Terkadang, bepergian ke suatu tempat dengan alasan dinas atau tugas dari perusahaan dimanfaatkan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk sekalian berwisata pada waktu luang sehingga hal ini sangat menguntungkan bagi para pengusaha travel atau wisata.

10. Potensi Keuntungan yang Besar

Semua bisnis dilakukan untuk mendapatkan keuntungan. Jika bisnis tidak menguntungkan maka bisnis itu tidak akan berlangsung lama. Usaha travel wisata ini dinilai dapat bertahan lama asalkan dikelola dengan baik. Jika usaha travel kita diminati oleh banyak orang maka keuntungan akan mengalir deras. Dengan modal yang tidak besar dan berbagai kreativitas kegiatan yang dapat dilakukan semakin meminimalisasi kerugian sehingga keuntungan besar akan didapatkan secara terus menerus

Dampak-Dampak Industri 4.0

Dewasa ini kita berada di ambang revolusi yang secara fundamental akan mengubah pola hidup seperti cara manusia bekerja dan berhubungan satu sama lain. Perkembangan akan terus terjadi dan sulit untuk diprediksi. Revolusi Industri 4.0 menekankan konsep digital dalam memenuhi kebutuhan industri dan perekonomian. Revolusi ini akan membawa banyak perubahan industri yang akan semakin kompak dan efisien. Dampak yang diberikan karena revolusi industri 4.0 akan signifikan seperti berkurangnya sumber daya manusia karena digantikan dengan mesin. Beberapa dampak lainnya dengan mengutip owlcation, ialah:

1. Mesin Menggantikan Orang

Mesin sudah ada dan menggantikan pekerjaan manusia sejak awal revolusi industri pertama. Adanya mesin menciptakan pabrik-pabrik baru untuk menampung mesin-mesin manufaktur. Mesin akan bekerja dengan waktu dan upaya yang diawasi untuk efisiensi dalam menciptakan produk baru.

2. Orang Banyak Tinggal di Kota

Pada pola kehidupan manusia zaman dulu, sebagian besar masyarakat akan tinggal di pedesaan dan melakukan pekerjaannya di rumah. Setelah adanya revolusi industri, masyarakat banyak memilih untuk tinggal di kota sebab barang diproduksi di pabrik menggunakan mesin secara massal. Tidak hanya pindah ke kota, beberapa bagian orang akan pindah ke daerah lain karena beberapa faktor seperti upah yang lebih tinggi dan pelayanan yang lebih baik di daerah yang baru.

3. Cara Produksi Pakaian dan Kain Berubah

Sebelum era revolusi, manusia akan membuat sebuah pakaian sendiri di rumah. Munculnya revolusi industri dan mesin, menyebabkan adanya kemudahan dalam membuat pakaian. Produk tekstil menjadi salah satu hal yang sepenuhnya diubah oleh revolusi industri. Mereka akan membeli bahan baku dan peralatan untuk membuat pakaian untuk kemudian diproduksi dengan menggunakan mesin jahit dan mesin lainnya. Hal ini berdampak pada jumlah produksi yang dilakukan secara massal, dengan artian produk akan lebih murah karena diproduksi dengan mudah dan banyak.

4. Sistem Ekonomi Baru Tercipta

Seperti yang telah disebutkan bahwa revolusi industri memenuhi kebutuhan perekonomian. Tidak hanya memenuhi, Revolusi Industri 4.0 menciptakan sistem ekonomi baru yang dikenal sebagai Kapitalisme Industri. Kapitalisme Industri adalah dimana terjadi perubahan dalam alur industri sebelum dan sesudah revolusi. Sebelum adanya revolusi, para pedagang merupakan orang-orang yang penting dalam perdagangan dan ekonomi. Setelah industrialisasi, orang terpenting berubah menjadi pemilik pribadi dari pabrik-pabrik yang menghasilkan laba dan kekayaan yang terbesar. Adanya revolusi dalam teknologi juga memudahkan adanya transaksi jual beli seperti dengan menggunakan aplikasi atau via daring.

5. Industrialisasi Menyebabkan Masalah Baru

Salah satu dampak negatif dari revolusi industri 4.0 adalah polusi dan limbah yang dihasilkan karena efek samping pabrik, mesin, dan bahan kimia yang digunakan dalam proses industri. Limbah ini menyebabkan banyak masalah baru karena mencemari lingkungan. Tidak hanya itu, perubahan iklim, pencemaran lingkungan, dan hal lain yang merubah proses produksi dan transportasi ini disebabkan oleh revolusi industri.

5. Pemasaran digital menjadi strategi utama pemasaran

Kalau pada masa Industri 1.0, 2.0, dan 3.0, pemasaran digital masih menjadi alat dan strategi pendukung saja, maka pada masa Industri 4.0 ini, digital marketing telah menjadi alat dan strategi utama yang diterapkan perusahaan–perusahaan di seluruh dunia. Gaya hidup umat manusia di seluruh dunia pun mengalami perubahan drastis di masa Industri 4.0 ini. Kalau dahulu banyak orang di dunia ini hanya memanfaatkan komputer dan internet untuk berkomunikasi saja, kini di masa Industri 4.0 komputer dan internet telah menjadi bagian dari seluruh aspek kehidupan manusia sehari – hari, mulai dari berkomunikasi, bekerja, belajar, berbelanja, hiburan, dan lain sebagainya. Perubahan – perubahan yang diakibatkan Industri 4.0 pada dunia industri dan perubahan perilaku konsumen telah memaksa terjadinya perubahan pada dunia pemasaran juga.

6 . Semakin banyak perusahaan manufaktur yang menjangkau end user produknya secara langsung dengan pemasaran digital

Mata rantai distribusi barang–barang hasil produksi manufaktur di seluruh dunia yang dulunya panjang, kini dipangkas menjadi semakin pendek. Karena, perusahaan–perusahaan manufaktur di seluruh dunia sudah banyak yang mulai menjangkau end user produknya lewat pemasaran digital. Kini, semakin banyak perusahaan manufaktur di dunia ini yang membuka toko online sendiri atau memanfaatkan situs seperti Global Soucer dan Alibaba untuk memperpendek mata rantai distribusinya atau bahkan menjangkau end user produknya secara langsung. Dan dengan semakin banyaknya perusahaan manufaktur yang menjangkau end user secara langsung melalui pemasaran digital, membuat kedua belah pihak tersebut diuntungkan. Alasannya, perusahaan manufaktur bisa mengurangi biaya dan waktu distribusi produknya, sehingga pada akhirnya bisa meningkatkan profit mereka. Sementara, end user bisa menikmati produk dengan harga lebih murah dan cepat.

7. Potensi Pertumbuhan Penjualan yang Sangat Besar Pemanfaatan pemasaran digital pada dunia industri juga memberikan potensi pertumbuhan penjualan yang sangat besar. Sebab, digital marketing membuat perusahaan manufaktur di seluruh dunia mampu menjangkau pasar global dengan mudah, efisien, dan efektif. Dengan semakin mudah dan efisien dalam menjangkau end user, maka semakin mudah pula bagi industri manufaktur untuk meningkatkan penjualan dan profit-nya. Kalau dahulu pada masa Industri 1.0, 2.0, dan 3.0 pertumbuhan penjualan industri manufaktur sangat bergantung dan ditentukan oleh mata rantai distribusi yang kompleks dan berbiaya tinggi, kini pada masa Industri 4.0, distribusi menjadi lebih simpel dan murah.

8. Data Menjadi Sangat Penting Dalam Industri 4.0, data yang detail menjadi sangat mudah diakuisi oleh para industri manufaktur, baik itu mengenai pengadaan bahan baku dari para supplier, pada saaat proses produksi, sampai pengiriman produk kepada end user. Data mengenai perilaku end user industri manufaktur pun menjadi lebih mudah didapatkan

Travel Digital Di Millenial Era

Travel digital millenial era adalah kegiatan wisata yang dilakukan oleh wisatawan di era millenial atau menggunakan teknologi masa kini.

Dimana di masa kini atau yang biasa di sebut “millenial era” teknologi-teknologi semakin cepat dan semakin luas. Sebut saja beberapa sosial media mampu memberikan informasi-informasi tentang destinasi wisata pilihan untuk para wisatawan mancanegara maupun lokal. Contoh, Indonesia adalah tujuan pariwisata mancanegara baik asia maupun eropa. Beberapa wilayah Indonesia memiliki keindahan dan keragaman budaya yang menarik minat mancanegara untuk berlibur ke indonesia. Salah satu wilayah di Indonesia yang paling diminati wisatawan domestik maupun mancanegara adalah pulau Bali. Pulau yang terletak di sebelah selatan wilayah Indonesia memiliki keragaman tradisi dan budaya. Bali adalah pulau dengan seribu pura,dimana para wisatawan berbondong-bondong untuk datang ke pulau Bali untuk hanya sekedar berlibur atau menikmati keindahan suasana pulau Bali ini.

Salah satu destinasi wisata yang berada di sebelah selatan pulau Bali adalah Pantai Nusa Dua. Dimana pantai ini terletak di kawasan ITDC Desa Adat Bualu Kecamatan Kuta Selatan Badung,Bali. Berbicara tentang Travel Digital Millenial Era,dimana para wisatawan dapat dengan mudah mengakses tempat destinasi pariwisata yang ingin dituju. Contoh saja aplikasi Traveloka.com,aplikasi ini mampu memberikan harga-harga special untuk wisatawan yang ingin berkunjung berlibur ke suatu daerah. Aplikasi ini memberikan semua kebutuhan yang diinginkan para wisatawan,meliputi Tiket Pesawat,Penginapan,Tiket Kereta Api Dll. Dengan adanya Aplikasi tersebut,sekiranya memudahkan para wisatawan untuk berlibur ke suatu tempat.Beberapa juga ada sisi buruk dari Travel Digital Millenial Era, contoh saja berita HOAX. Berita ini seakan-akan membuat penghambatan pariwisata di suatu tempat yang membuat para wisatawan enggan untuk berkunjung ke negara tersebut. Maka dari itu Pemerintah memberikan peluang untuk kaum millenial untuk memajukan daerah pariwisata,karna bagi Pemerintah ini adalah tantangan besar untuk kaum millenial agar bisa bersaing di era globalisasi masa kini. Pemerintah sudah memiliki lahan pariwisata,tinggal bagi para kaum millenial untuk melestarikan,menjaga,dan memajukan pariwisata tersebut.

Dalam era ini juga membantu perekonomian kecil menengah untuk mengais rezeki. Masyarakat kecil juga dapat memajukan pariwisata di daerah masing-masing dengan menjual pernak-pernik khas dari daerah tersebut. Begitu juga untuk Travell Agent yang sudah terjun di era digital,membuat para Agent memudahkan berkomunikasi atau menawarkan jasa Travell untuk para wisatawan. Travell Agent bagi kaum millenial sangat dibutuhkan,karena kaum millenial memiliki keinginan lebih besar untuk memajukan pariwisata di daerah mereka masing-masing. Selain berkeinginan untuk memajukan pariwisata, kaum millenial juga memiliki wawasan lebih luas,apalagi sekarang sosial media seperti instagram dan facebook banyak akun sosial media yang menawarkan destinasi wisata. Dimana suatu tempat wisata yang belum di ketahui banyak orang kini bisa di share lewat sosial media untuk di perkenalkan secara luas dan membangun lapangan pekerjaan dan perekonomian secara merata. Bagi pelaku usaha yang bekerja di perhotelan juga berdampak pada era millenial, seperti yang kita ketahui Hotel adalah tujuan ke dua setelah destinasi pariwisata. Dimana pihak Hotel bekerja sama dengan beberapa Agent untuk bisa bersaing memikat hati para wisatawan untuk menginap di Hotel tersebut. Pihak hotel akan mengajukan harga untuk beberapa kamar hotel ke pihak Travell Agent untuk di publikasikan ke situs-situs resmi Travell Agent. Setelah itu wisatawan dapat lebih cepat mengakses Hotel-hotel yang pas bagi para wisatawan,begitu juga untuk pihak Travell Agent juga memberikan penawaran semenarik mungkin untuk menarik hati para wisatawan untuk menginap di hotel tersebut. Tidak lupa juga jasa Guide yang juga lebih berdampak di daerah pariwisata. Karena Guide bekerja di bidang memperkenalkan suatu daerah wisata, disinilah tugas dari Guide tersebut memberi keterangan yang lebih jelas dari suatu tempat pariwisata agar para wisatawan lebih mengenal tempat tersebut. Selain dari menguasai bahasa,para Guide juga harus mengetahui asal-usul suatu tempat wisata,tidak hanya dari buku-buku para Guide juga dapat mengakses tempat wisata di internet. Agar para Guide lebih mengenal luas tentang tempat tersebut untuk di perkenalkan ke para wisatawan. Kesimpulan dari atikel ini adalah,betapa penting nya teknologi-teknologi yang canggih untuk mempermudah pelaku pariwisata untuk mengakses internet tentang Pariwisata. Sekian dari artikel yang saya buat,semoga bermanfaat bagi semua. Terima Kasih

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started